MEMBUDAYAKAN MINAT BACA DI WONOSOBO
Membaca merupakan kegiatan penting yang sering
dilakukan oleh manusia. Menulis dan membaca sudah mulai dilakukan pada zaman
prasejarah. Dengan media seperti batu, kayu ataupun daun lontar manusia bisa
menyalurkan bakat dan minatnya. Berbeda dengan jaman sekarang, kita mengenal
dari bahan dasar kulit kayu yang mengalami daur ulang dan diolah menggunakan
mesin dan menjadi kertas.
Dari zaman ke zaman, pengetahuan ilmu baca semakin
pesat. Hal ini dibuktikan dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) sehingga mempermudah manusia dalam melafadzkan setiap
kata. Buku merupakan jendela dunia, yang mana adalah sumber dari segala wawasan
dan pengetahuan tentang segala hal yang ada di dunia. Pengetahuan dan wawasan
tersebut akan diperoleh seseorang apabila kegiatan membaca itu dilakukan.
Bedasarkan studi yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada
Maret 2016 yang lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke 60 dari 61
negara soal minat baca. Hal ini menjadi masalah serius bagi bangsa Indonesia,
sebab pendidikan adalah modal bagi indonesia dalam menghadapi persaingan era
global. Pendidikan juga menjadi masa depan anak anak bangsa, dan berharap anak
anak bangsa bisa mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia melalui
pendidikan. Disisi lain membaca juga akan menumbuhkan kesadaran kritis
masyarakat sebagai syarat tercapainya budaya yang sehat.
Ohh iya sampai disini, penulis akan menjelaskan
detail bagaimana sih menumbuhkan minat baca di Indonesia khususnya Wonosobo?
Lantas bagaimana sih upaya pemerintah dalam menumbuhkan “Gerakan Membaca” di
Wonosobo? Dan apa yang akan didapat bila nantinya kegiatan membaca itu sudah
menjadi budaya kita? Nah pertanyaan-pertanyaan diatas merupakan pertanyaan yang
sering penulis dengar lewat Fanspage.
Bagaimana Cara Menumbuhkan Minat
Baca di Indonesia Khususnya Wonosobo??
Seperti yang penulis sampaikan diatas, minat baca di
indonesia tergolong rendah. Indonesia menempati peringkat 60, kita dibawah
Thailand (59) dan diatas Bostwana (61). Memprihatinkan bukan?? Oleh karena itu
mulailah membudayakan membaca mulai dari diri sendiri. Jika kalian masih belum
terbiasa membaca, maka berikut adalah cara menumbuhkan minat baca bagi diri
sendiri ;
1.
Ketahuilah
Manfaat dari Membaca
Sumber ; tgb.smkpancabhakti-bna.sch.id
Kita tidak pernah merasakan bahwa sesungguhnya kita
sedang bersaing untuk menjadi yang lebih baik. Semua kekayaan akan pengetahuan
sebenarnya bisa didapat dengan membaca, sehingga kita bisa lebih bijak dan
lebih tau akan sesuatu hal. Misalnya nih ya, di dalam sekolah kita ditugaskan
untuk mencari materi bab kata kerja/verba dan kemudian dipresentasikan di depan
kelas. Kita mencarinya di internet lalu di copy
paste saja. Tanpa sebelumnya persiapan membaca, kita langsung presentasi
didepan kelas. Salah satu hasil presentasi adalah penyampaian materi kepada
audien dengan cara membaca. Kemudian saling melakukan feedback berupa pertanyaan ataupun auditing dan akhirnya semua bisa memahami dari materi tersebut.
Contoh kecil diatas adalah salah satu manfaat membaca yang bisa dilakukan
walaupun awalnya hanya copy paste saja
tanpa membacanya dan memahaminya. Manfaatnya juga bukan untuk diri sendiri
tetapi juga untuk orang lain. Jadi jangan malu membaca, jangan takut dibilang
kurang hits, anak culun dsb. Ketahuilah bahwa membaca juga bisa menganalisa
sukses atau tidaknya seseorang. Tujukkan bahwa dengan membaca kita bisa menjadi
yang lebih baik.
2.
Cari Buku-Buku atau Bacaan yang Tepat
sumber :surabaya.tribunnews.com
Tidak semua buku itu dapat dibaca
dengan nyaman. Gaya bahasa yang terkandung didalamnya juga kadang membosankan
karena banyak kalimat kalimat yang sulit dipahami. Hal ini jelas sangat
berpengaruh besar terhadap minat baca. Maka dari itu pilihlah buku buku yang
mudah dan enteng bila dibaca. Contohnya novel Dilan, Kambing Jantan, Perahu
Kertas dsb yang sudah malang melintang diperfilmkan di Indonesia sehingga
terdorong untuk meningkatkan minat baca.
Seiring perkembangan zaman, teknologi IT dan sosial
media sudah berkembang sangat pesat. Hal ini memudahkan bagi siapa saja yang
mengakses jaringan yang bebas tentang informasi yang ada. Dengan kata lain
meskipun kita sudah mempunyai minat baca, sangat perlu dilakukan kehati hatian
dalam membaca, karena tidak semua yang dibaca itu baik. Buku juga sebagai
motivasi, artinya setiap isi buku itu mengandung pesan moral yang disampaikan
penulis kepada pembaca. Jadi pilihlah buku yang tepat dan mempunyai banyak
pesan moral ataupun yang kita bisa memanfaatkannya dalam kehidupan sehari hari,
misalkan buku resep masak ataupun buku motivasi yang mengajarkan agar bisa
sukses. Mulai dari sekarang perbanyaklah membaca jangan diperbudak oleh
teknologi!
3.
Beri Jadwal Membaca
sumber : inspirasi.co
Membaca dengan nyaman
itu bisa dilakukan dengan membuat jadwal waktu. Sebab memanajemen waktu sama
halnya kita memanajemen kesuksesan kita. Waktu kita juga harus diatur semisal
membuat jadwal dari bangun pagi hingga tidur kembali. Berikan waktu untuk
membaca dan carilah tempat dan suasana yang tepat. Hal ini juga bisa dilakukan
setiap minggu atau senyaman kita. Dengan ini kita tidak menjadi jenuh atau
bosan ketika membaca buku. Jadilah kegiatan ini sebagai sebuah kebiasaan baik
yang dilakukan secara kontinuitas. Carilah perpustakaan agar bisa memperoleh
banyak informasi mengenai buku yang menarik dan menjadi anggotanya supaya lebih
mudah dalam meminjam buku. Mulai dari sekarang manfaatkanlah Arpusda Wonosobo,
itu tempatnya jendela dunianya Wonosobo dan gerbang kesuksesan kita. Goodluck!
4.
Sampaikan Ilmu yang Kita Baca Pada Orang Lain
Bagian yang paling baik saat
membaca adalah wawasan akan pengetahuan yang diperoleh setelahnya. Manfaat yang
kita dapat juga sebaiknya dibagikan kepada orang lain, baik melalui tulisan,
ucapan atau perbuatan. Dengan ini kita dapat merasakan maanfaat besar secara
nyata. Berdiskusi dengan orang lain juga baik seandainya ada perbedaan dengan
ilmu yang kita sampaikan tidak menjadi masalah. Justru itu akan membuat kita
belajar cara memahami bacaan supaya lebih teliti lagi. Percayalah, apa yang
kita baca, menuliskan yang kita baca, dan melakukan yang kita baca membuat kita
ingat ilmu diluar kepala kita.
Bagaimana Upaya
Pemerintah Dalam Menumbuhkan “Gerakan Membaca” di Wonosobo??
Upaya pemerintah dalam pengembangan
perpustakaan di Indonesia tercantum dalam UU No. 43 tahun 27. Tujuan utama
perpustakaan yaitu dapat memberikan layanan kepada pemustaka, meningkatkan
kegemaran membaca, dan memperluas wawasan serta pengetahuan untuk mencerdaskan
kehidupan bangsa. Peran pemerintah sebagai fasilitator harus
dapat memberikan pelayanan perpustakaan yang merata ke seluruh daerah. Baberapa
hal yang dapat pemerintah Kab. Wonosobo lakukan dalam pengembangan minat baca.
1.
Perpustakaan
Keliling
Hal ini bertjuan untuk menjangkau
daerah kampung yang mayoritas banyak yang buta huruf. Dengan ini diharapkan
dapat mengurangi angka buta huruf di Kabupaten Wonosobo. Selain itu dapat
memberikan manfaat kepada warga kampung agar bisa belajar dari buku sesuai
posisinya, misalnya seorang petani membeli buku “Bagimana Cara Merawat Tanaman
Cabai” kemudian dapat dipraktekan sehingga dapat menunjang ekonomi petani
menjadi lebih baik.
2.
Perlunya
Pemerintah Meningkatkan Layanan Perputsakaan
Hal ini bertujuan
supaya Arpusda Kabupaten Wonosobo menjadi ramai pengunjungnya dari waktu ke
waktu. Sesekali bisa diadakan event motivator membaca agar anak sekolah
khusunya lebih banyak mengunjungi perpustakaan dari pada tempat karaoke.
3.
Komunitas Baca
Komunitas merupakan
wadah bagi sekumpulan orang untuk saling bertukar pikiran. Hal ini bisa
dimanfaatkan diadakannya komunitas baca sehingga di komunitas dapat saling
bertukar pikiran apa yang baru saja dibaca. Komunitas seperti ini perlu
mendapat dukungan dari pemerintah agar dapat memfasilitasi komunitas sehingga
membuat orang “Wonosobo Seneng Maca” dan diharapkan mendapatkan pengetahuan
untuk dapat meningkatkan ranking Wonosobo dari yang dulunya termiskin se- Jawa
Tengah menjadi yang termaju se-Jawa Tengah. Semoga saja.
Memang tidak mudah
rasanya membudayakan membaca di era digital. Pihak orang tua, guru, dan
pemerintah harus mulai membimbing putra putri bangsa ini. Toh budaya membaca
ini juga kembali untuk kepentingan kita masing masing agar bisa mendapatkan
pengetahuan yang nantinya dapat menjunjung tinggi keluarganya, kemudian
daerahnya lalu bangsanya. Seperti kata pepatah tadi “Buku adalah jendela dunia”
bagi siapa yang membacanya berarti ia sedang membuka jendela kesuksesan pada
dirinya.
Harapan Untuk Arpusda Kab Wonosobo
Harapan penulis semoga Arpusda
Wonosobo bisa menjadi jendela dunianya Wonosobo supaya dapat meningkatkan
prestasi anak anak muda Wonosobo mulai dari kegiatan membaca. Penulis juga
berharap Arpusda dapat menjadi bagian dari aset masa depan Wonosobo dalam
menjalani persaingan global. Dengan harapan para pustakawan Wonosobo dapat
meningkatkan komptensinya dan bersemangat yang tinggi untuk mengelola
perpustakaan. Selamat ulang tahun untuk Arpuda Wonosobo yang ke-28. Semoga Arpusda Wonosobo dapat menjadi perpustakaan terbaik dalam
pelayanan kedepan, menjadi nomor satu se Jawa Tengah dan semakin menginspirasi masyarakat Wonosobo ASRI.
Postingan artikel ini diikutsertakan dalam Lomba Blog #WonosoboSenengMaca



Komentar
Posting Komentar